ade armando dicecar 16 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait kasus meme Joker Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Indonesia -- Pengajar di Universitas Indonesia, ade armando dicecar 16 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait kasus meme Joker Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan.
Dalam pemeriksaan selama kurang lebih 3,5 jam, ia diperiksa sebagai saksi terlapor atas laporan yang dibuat oleh anggota DPD RI Fahira Idris.
"(Pertanyaannya) kenapa foto itu bisa ada di ponsel sampai siapa yang mengunggah, siapa yang mengirimkan, apa maksud saya mengirimkan foto itu, kira-kira itu," kata Ade di Polda Metro Jaya, Rabu (20/11).
Ade mengaku tak tahu pasti dari mana mendapat meme Joker tersebut. Ia hanya menduga bahwa meme tersebut ia peroleh dari salah satu grup Whatsapp. Apalagi, kata Ade, dirinya memang mengatur aplikasi Whatsapp-nya untuk secara otomatis mengunggah gambar yang dikirim orang lain.
"Jadi yang paling logis di kepala saya (foto itu dari) WAG, kecuali ada orang langsung kirim ke saya, tapi biasanya dia bilang langsung ke saya," ujarnya.
Kepada penyidik, Ade juga menjelaskan bahwa meme itu diunggah di akun Facebook pribadinya oleh dirinya sendiri. Ia juga mengakui bahwa unggahan itu ia buat secara sadar.
Ade menuturkan saat itu ia memutuskan mengunggah gambar itu lantaran bertepatan dengan momen hebohnya anggaran Pemprov DKI Jakarta te tentang pengadaan lem aibon sebesar Rp82 miliar.
"Gambar itu dalam rangka menyindir pak Anies, tapi gambar itu bukan saya yang membuat, ubah menambahkan, mengurangi atau merusak itu yang saya jelaskan kepada pak penyidik," ucap Ade.
Ade Armando dipolisikan Fahira Idris terkait dengan unggahan meme berupa foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di akun facebook-nya.
Kembali kehalaman utama
Dalam pemeriksaan selama kurang lebih 3,5 jam, ia diperiksa sebagai saksi terlapor atas laporan yang dibuat oleh anggota DPD RI Fahira Idris.
"(Pertanyaannya) kenapa foto itu bisa ada di ponsel sampai siapa yang mengunggah, siapa yang mengirimkan, apa maksud saya mengirimkan foto itu, kira-kira itu," kata Ade di Polda Metro Jaya, Rabu (20/11).
Ade mengaku tak tahu pasti dari mana mendapat meme Joker tersebut. Ia hanya menduga bahwa meme tersebut ia peroleh dari salah satu grup Whatsapp. Apalagi, kata Ade, dirinya memang mengatur aplikasi Whatsapp-nya untuk secara otomatis mengunggah gambar yang dikirim orang lain.
"Jadi yang paling logis di kepala saya (foto itu dari) WAG, kecuali ada orang langsung kirim ke saya, tapi biasanya dia bilang langsung ke saya," ujarnya.
Kepada penyidik, Ade juga menjelaskan bahwa meme itu diunggah di akun Facebook pribadinya oleh dirinya sendiri. Ia juga mengakui bahwa unggahan itu ia buat secara sadar.
Ade menuturkan saat itu ia memutuskan mengunggah gambar itu lantaran bertepatan dengan momen hebohnya anggaran Pemprov DKI Jakarta te tentang pengadaan lem aibon sebesar Rp82 miliar.
"Gambar itu dalam rangka menyindir pak Anies, tapi gambar itu bukan saya yang membuat, ubah menambahkan, mengurangi atau merusak itu yang saya jelaskan kepada pak penyidik," ucap Ade.
Ade Armando dipolisikan Fahira Idris terkait dengan unggahan meme berupa foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di akun facebook-nya.
Kembali kehalaman utama